
Terbang. Sesuatu yang tidak mungkin bias dilakukan manusia tanpa alat, tetapi sering menjadi ungkapan pengandaian. Mengapa demikian? Apa yang menjadi inspirasi Sang Pengandai dengan “terbang”? Kalau memang bisa terbang terus mau ngapain? Inilah yang menjadi pertanyaan saya karena sesekali saya pun sering berandai demikian.
Bilamana saya berandai ingin bisa terbang hanya “berbekal” satu alasan, gambar di atas. Hal-hal apa yang saya dalami dari gambar di atas adalah sorot matanya, sejarah Si Bocah, sketsa pensil yang torehkan pada selembar kertas putih tentang masa depannya, dan yang terpenting adalah dari Siapa Si Bocah diamanatkan ke saya sebagai bapaknya.
Dua paragraph itulah yang coba saya babarkan di postingan berikutnya. Mudah2an postingan tersebut dapat selalu menjadi inspirasi bagi saya, khususnya, dalam mempersiapkan “penerbangan” Si Bocah sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar